Karya : Inayatul Iqlimah
pada suatu hari ada seorang siswi yang bernama Amel ia adalah salah satu murid MTs Budi Sartika yang duduk di kelas 9a,ia selama bersekolah selalu memakan kata hinaan,ledekan,cacian,makian,karena dirinya tidak bisa membaca,menulispun masih di eja,bisa di sebut ia murid paling bodoh di kelasnya,ia sebenarnya benci pada diri duitnya sendiri karena sikapnya yang sangat tidak baik itu dia juga selalu berpikir "kalau aku terus begini terus masa depanku gimana padahal waktu SD aku sempat masuk 5 besar sampai 3 besar tapi kenapa sekarang benar-benar turun" kalau gini aku harus berubah untuk menjadi orang yang pintar yang bermanfaat biar gak ada seorangpun yang berani mengejek menghina mencaci lalu ia pun selama berminggu-minggu berbulan-bulan terus belajar mencoba hal baru yang bermanfaat sampai ia benar-benar bisa dan pintar dan berguna dalam hal atau pelajaran apapun. Waktu ulangan pun telah tiba dia sangat cepat mengerjakan soal latihan sampai teman sekelasnya heran sampai mengira kalau dia mengerjakan soal yang ngaco singkat waktu lalu pengumuman remedial ternyata Amel tidak disebut sampai dia mendapatkan nilai tertinggi teman-temannya pun kaget "wah yang benar" sampai ada salah satu murid yang berani berbicara "jangan-jangan ibu yang salah menilai ulangan mana mungkin dia tiba-tiba banget ngerjain soal ulangannya benar semua ya kan?" "Iya Bu dia aja baca sama nulisnya belum lancar" kata teman-teman sekelasnya itu terus ibu guru itu berbicara "sudah anak-anak biar ibu yang tanya langsung sama Amel" Amel Kok kamu bisa ngerjain soal ulangan cepet banget dengan raut wajah yang mencurigakan terus menerus semua lagi maaf banget Tapi kan kamu selama ini selalu datang terlambat dan kamu menulis dan membaca juga belum lancar Amel pun menjawab dengan tegas "Bu selama ini saya sudah capek banget sakit hati banget sama teman-teman sekelas selalu menghina mengejek tanpa Ibu ketahui sudah jadi makanan sehari-hari Saya dari situ saya berpikir saya nggak mau Bu kalau gitu terus melalui Selama berbulan-bulan belajar akhirnya karena saya mendapatkan apa yang saya mau Bu Ibu tidak usah meragukan kemampuan saya yang sekarang Bu" kata Amel seketika semuanya menjadi Hening dan teman sekelasnya pun sadar atas perbuatan mereka lalu mereka meminta maaf pada Amel. Namun saat teman-temannya meminta maaf Amel hanya terdiam lalu ibu gurunya bertanya "Amel teman-temannya meminta maaf kenapa kamu diam saja" lalu jawab Amel "saya terlanjur sakit hati Bu sama semuanya Saya sudah muak" lalu salah satu temannya berbicara Amel kita benar-benar minta maaf banget please maafin kita dengan mata yang berkaca-kaca lalu Amel pun menjawab Ya aku maafin setelah mendengar kata itu semua teman-temannya tersenyum lebar dan berterima kasih pada Amel
dari kisah cerita tersebut kita mengambil pelajaran Jangan mengejek orang hanya karena merasa dirinya lebih baik dan jika kita diejek dengan berkecil hati munculkanlah kemampuanmu dan buat orang yang mengolok-olok kamu sampai takjub dan berbuat dia sampai meminta maaf padamu (kalo bisa ampe nangis nangis anjay:v)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
SILAHKAN BERKOMENTAR