Ingin ceritamu di posting di blog ini ? silahkan kirim ceritamu ke novalherdiana@gmail.com

Jumat, 25 Oktober 2024

.. 𝕭𝖚𝖓𝖌𝖆 𝕬𝖇𝖆𝖉𝖎..



Karya : Aila Artika

Namaku Lia, mungkin lebih tepatnya  Rahelia Putri. Anak kedua dari tiga bersaudara. Sekarang, aku sudah memasuki bangku SMA dan sudah berganti dari masa putih biru menjadi putih abu. Dan dari situlah awal pertemuan ku dengan semestaku. 𝘈𝘯𝘥𝘪𝘬𝘢 𝘉𝘪𝘯𝘵𝘢𝘯𝘨 𝘚𝘢𝘯𝘥𝘳𝘦𝘢𝘻, 𝘐 𝘸𝘪𝘭𝘭 𝘢𝘭𝘸𝘢𝘺𝘴 𝘭𝘰𝘷𝘦 𝘺𝘰𝘶. 


"Bu, Lia berangkat dulu ya, nanti sarapannya di sekolah aja soalnya Lia udah telat".Ujarku sembari tergesa-gesa menyiapkan buku." Ya udah, hati-hati ya di jalannya, Jangan ngebut". Jawab ibuku. Akupun hanya mengangguk dan meraih tangan Ibu lalu mengecupnya. 

                                       ☆

𝘛𝘳𝘪𝘯𝘨𝘨!! 𝘛𝘳𝘪𝘯𝘨𝘨 !! .   Suara bel berbunyi dengan nyaring ke seluruh penjuru sekolah. Huhh.. Untung keburu masuk. Gumamku dalam hati. 

"LIAA!! ADA INFO BARUUU".Teriak Jian dari jauh dan berlari ke arahku. 

" Brughh!!

Jian menginjak lantai licin dan menabrak ku.Akupun terjatuh dan tertindih oleh Jian.Buku ku pun ikut berserakan. Namun tidak lama, ada seorang lelaki yang bertubuh tinggi, berahang tegas dan berkulit sawo matang mengambil dan menata kembali buku-buku milikku. 

"Nihh" ucap lelaki tersebut dengan wajah datar dan menyodorkan buku tersebut padaku . akupun mengambilnya dengan cepat tanpa berucap."Bilang makasih kek, apa kek, udah ditolongin juga". Ucap lelaki tersebut Lalu mendengus sebal melihat wajahku."Owhiya-iya, kakak ganteng makasih ya udah ditolongin, maafin kita udah bikin lantai nya jadi kotor".Ucap Jian dengan jelas plus panjang lebar. 

Lelaki itu pun hanya mengangguk kecil dan masih menatap Intens wajahku.

"Apa liat-liat! ".ucapku dengan wajar datar 

" Dih geer, sekian banyaknya pemandangan dan cewe cantik disekolah ini, mana mungkin gue ngeliatin lo".Jawab Andika greget

"Buktinya tadi apa, ha? ".Ucapku tidak mau kalah. 

" Kapan? Sumpah ya udah ditolongin juga, lu malah nyari ri-".

"E-eh udah, udah. Demi kenyamanan bersama sebagai permintaan maafnya kita berdua, kita bakal ngetraktir kakaknya buat ngebaso di mang Darso, mau ga? ".Potong Jian dengan bertingkah seperti anak kecil yang meminta eskrim. 

Setelah setengah menit berlalu, akhirnya lelaki itu pun menyetujuinya namun setelah mendengarnya menyetujui ajakan Jian, rasanya aku ingin mencetak wajahnya. Tapi, sekarang aku hanya bisa mendengus sebal dan berkata-kata mutiara di dalam hati. Dan selagi uangnya dari Jian, ya aku ngikut ngikut aja sih. Ang ang ang. 

                                      ☆


Satu bulan kemudian hari-hariku di sekolah selalu tidak lepas dari lelaki itu. Entah ini hanya kebetulan atau memang sudah direncanakan Tuhan. Akhir-akhir  ini juga aku selalu memikirkan hal itu dan berujung memikirkannya, dan sekian banyaknya lelaki di dunia Kenapa Tuhan mempertemukanku dengan lelaki menyebalkan seperti itu? . 𝘈𝘯𝘥𝘪𝘬𝘢 𝘉𝘪𝘯𝘵𝘢𝘯𝘨 𝘚𝘢𝘯𝘥𝘳𝘦𝘢𝘻, 𝘓𝘦𝘭𝘢𝘬𝘪 𝘱𝘢𝘭𝘪𝘯𝘨 𝘮𝘦𝘯𝘺𝘦𝘣𝘢𝘭𝘬𝘢𝘯 𝘥𝘪 𝘥𝘶𝘯𝘪𝘢. Ketusku dalam hati. 


Drrttt! Drrtt!! 

Suara telepon HP-ku berbunyi, dan saat aku melihat handphone ku tertera nomor yang tidak ku kenal dan tidak tersimpan didalam buku kontak ku. Loh, ini siapa ya. Gumamku dalam hati. 

" halo, ini nomor Rahelia bukan?". Tanya lelaki yang menelponku dari seberang sana.

" kok kayak kenal suaranya, ini Kasdi ya? ". Jawabku lalu terkekeh singkat mendengar suara Andika. 

" nama gue Andika yee, bukan Kasdi". Ucap Andika dengan sebal.

" Iya dah Kasdi-eh maksudnya Andika. Btw Kapan lo punya no gue, terusan juga kenapa telepon gue malam-malam?".

"Kangen" . Jawab Andika dengan polos. 

"Hahh? Nggak salah denger nih?". Aku juga kangen Dik eh maksudnya pengen ketemu eh bukan maksudnya eh-loh kok aku mikir kaya gitu siii, Lia udah, sadar-sadar Lia, Lia, Lia, sadar... Gumam batin ku beperang dengan pikiranku sendiri. 

"Lia, kenapa dari tadi diem mulu gue panggil?". Ucap Andika greget.

"Ng-nggak papa kok, gapapa Dik". Jawab buku dengan kaku.

" gue ngantuk". Ucap Andika dengan singkat.

" Ya udah tidur Andika, lagian udah malem banget kan? Mending lo tidur duluan. Good night ya! ". Setelah mengatakan itu Hening 1 menit dan tidak ada jawaban.

" gue sayang lo Lia". Ucap Andika tiba-tiba. 

𝘋𝘦𝘨𝘨!!  Bunga-bunga terasa berguguran ke tubuhku , semuanya terasa tiba-tiba, seakan akan semuanya tumbuh tanpa jeda.

Aku pun tersenyum kecut mendengarkan hal itu. "Lo jujur cuma pas minum aja ya?".

"Maaf, gue takut lo ngejauh saat gue udah ngungkapin perasaan gue ke elo". Jawab Andika.

"Makasih banyak ya, Andika Bintang Sandreaz. Gue juga sayang lo, tapi sekarang jujur-jujurannya udah dulu, lo kan ngantuk Jadi sekarang kita tidur dulu, entar jujur-jujurannya lanjutin di mimpi ". Ucapku mengarang kata.

Andika pun terkekeh mendengar jawabanku . dan sebelum Andika menutup teleponnya, dia bilang kalau malam ini adalah malam yang istimewa untuknya dan mulai besok Hidupnya akan lebih berarti karena dia sudah memiliki Rahelia Putri. 

                                       ☆


4 bulan pun berlalu dan waktu ulangan semester pun akan segera tiba 6 hari lagi, Sementara ujian kelas 12 Sudah dimulai dari Senin kemarin termasuk Andika . Dia menjadi lebih sibuk dari biasanya. Dan bahkan keberadaanku pun selalu terlupakan dan diacuhkan. Mungkin untuk akhir-akhir ini aku harus terbiasa dengan sikap dinginnya. Ya, walaupun itu membuat perasaanku sedikit terluka.

"LIAA, AKUU UDAH DIDEPAN RUMAH!! ". Teriak Jian dengan suaranya yang lantang . tapi cempreng sih Ang Ang Ang. 

Aku pun langsung berlari keluar untuk menemui Jian. Malam ini, kita berdua akan pergi menonton film di bioskop, mumpung Ibu dan Ayah lagi di luar kota, Bang Rean Lagi nginep di temannya, terusan juga Ara lagi di rumah bibi. Jadi, inilah kesempatan aku dan Jian menikmati serunya nonton bioskop malam-malam. 

"Jian, kamu bawa mobil siapa? ". Ucapku terheran melihat mobil merah yang dibawa oleh Jian. Jian pun terkekeh kecil mendengar pertanyaan ku." Owhh, ini mobil om aku, motor aku lagi di bengkel, untung om akunya mau minjemin mobil, Kalo nggak, bisa-bisa kita naik angkot dah".Ujar Jian panjang lebar.

"Owhlah yaudah kita langsung gas deh ke bioskop! ". Jawabku dengan semangat. 

" Ash-shiappp!! ".ucap Jian sembari menancap gas mobil dan keluar dari komplek perumahan. 


3 jam kemudian aku dan Jian sudah puas menonton bioskop dan berkeliling mencari jajanan . kita berdua sangat bahagia dan di sepanjang jalan aku dan Jian hanya menceritakan film romantis yang tadi kita lihat di bioskop namun tetap saja aku terpikirkan tentang Andika . Apakah hari ini dia baik-baik saja ?, Bagaimana kabarnya?, dia nggak kangen aku apa ya?. Gumam batinku

Heningg.. 

"Hm, Lia si Andika apa kabar? Kok aku jarang liat si? ".Tanya Jian seakan-akan tahu apa yang sedang aku pikirkan.

"Gak tau" jawabku dengan singkat.

"Loh kenapa, lagi nggak akur ya?". Setelah 

Jian mengungkapkan itu, tiba-tiba dia menghentikan mobil di depan kafe Bar. 

"Loh, kok berhenti? Mau ngapain?". Tanyaku heran.

"Om aku nitip minuman soda Bentar dulu ya". Jawab Jian.

Aku pun hanya mengangguk kecil dan menunggu di mobil. Setelah Jian pergi masuk, tiba-tiba ia kembali  lagi dan mengajakku untuk masuk ke kafe Bar dengan nafas terisak. Dan setelah aku bersama Jian masuk ke sana ternyata, terdapat Andika dengan wanita cantik berpakaian seksi sedang bersulang untuk minum minuman keras. 

  Rasa sakit dan kecewa pun hinggap di benakku semuanya terasa begitu hancur, bahkan jiwaku terlalu rapuh untuk harus berpura-pura Teguh melihat kenyataan yang begitu menyakitkan.


  Aku pun berjalan menuju meja Andika dan wanita cantik itu yang sedang berangkul rangkulan. Namun saat hendak ke sana langkahku terhenti oleh Jian. Dia memelukku, melerai tangisku, dan memintaku untuk pergi dari sini dan saat itu aku tidak berdaya semua terasa lemas setelah melihat semua kejadian ini . Aku hanya bisa menuruti apa yang dikatakan Jian. Dan akhirnya aku pun pulang dengan kenyataan pahit dan menyakitkan. 

                                     

𝘛𝘪𝘯𝘨𝘨!! 𝘛𝘪𝘯𝘨𝘨!!  . Terdengar suara notif berkali kali di HP-ku. Akupun hanya melihatnya dari layar utama ponsel, lalu terlihat beberapa pesan dari kontak yang bernama Andika, setelah itu akupun membuka whatsapp dan melihat semua pesannya. 



                                  ☆

Keesokan harinya kehidupanku kembali seperti dulu. Ke sekolah menaiki angkot, ke kantin dengan Jian dan menjauh dari keramaian. Sepi, itulah hidupku. Tidak aa yang menarik dalam diriku dan semuanya akan menjauh setelah mengenalku, termasuk kamu Andika. 



𝘛𝘳𝘪𝘯𝘨𝘨!! 𝘛𝘳𝘪𝘯𝘨𝘨𝘨!!.  Suara bel sekolah berbunyi, dan sebentar lagi pelajaran bu Deti akan segera masuk namun sudah dari 20 menit yang lalu bu Deti belum masuk ke kelas, lalu tiba-tiba terdengar suara pengumuman dari ruang guru, dan menyuruh seluruh siswa untuk berkumpul di lapangan. 

   Setelah pengumuman selesai, akupun dan Jian pergi ke kelas untuk mengambil buku, namun saat melihat bangku ku terdapat single bunga rose berwarna merah dan sebuah coklat berbentuk lope dengan sebuah surat. 



  Aku termenung setelah membaca surat itu, aku bingung antara menurutinya atau tidak, tapi menurut Jian aku harus menemuinya agar dapat memperbaiki suasana dan tidak ada kesalahpahaman, itulah salah satu saran dari Jian yang masuk akal di pikiranku. 

Seusai pulang sekolah, aku pun pergi ke Rooftop sendirian menemui Andika, dan Sesampainya di sana sudah ada Andika dengan rokok di tangannya. Aku langsung mendengung sebal melihatnya lalu mendekatinya dan ingin mengambil rokok yang ada di tangannya, namun tanganku dicegah olehnya dan pandangan kita pun bertemu dengan detak jantung yang seakan membeku. "Kenapa ngeroko?". Ucapku

" Nggapapa Lia". jawabnya.

"Kamu udah janji buat berubah Dik, seenggaknya janji kamu yang ini tepatin, walaupun janji yang lain udah kamu ingkarin". Ucapku dengan terisak tangis. 

" Maafin aku Lia, aku ngga sadar, semalem aku nggak inget apa apa, aku nggatau gimana awal nya tapi emang aku semalem ke Bar itu cuma mau beli minuman udah itu aku mau langsung pulang, aku nggatau kapan dari mana asalnya cewe itu datang ke meja aku". Ucap Andika dengan panjang lebar. 

"Aku juga tau tau dari Jian pas ngirim poto aku sama cewe itu".sambungnya.

Hening tak ada jawaban, aku bingung untuk menjawabnya, seakan-akan otak pikiranku dan perasaanku tidak sejalan untuk menanggapinya. 

" Aku sayang kamu Lia". Ucap Andika dengan lembut mencairkan semuanya. Pendirianku untuk melupakannya seakan-akan hilang seketika, aku tidak tahu ke depannya harus bagaimana, sedangkan Rasa sayangku untuknya masih sama. Walaupun sebagiannya sudah tertutupi rasa kecewa namun itu semua tidak ada pengaruhnya karena aku sudah terlalu dalam jatuh hati padanya. 

"Lia, udah ya jangan nangis, nanti dunia ikut sedih liat kamu nangis". Ucap Andika. 

Setelah mengucapkan itu dia pun melerai tangisku, mengusap pucuk Rambutku, dan meraih tanganku lalu mengecupnya dengan singkat. 

" Sekarang keputusan ada di kamu Sayang, kalau memang hadirnya Aku di sini selalu bikin kamu sakit, Mendingan aku pergi dari hidup kamu yaa, kamu selalu tulus buat aku, kamu cewek satu-satunya yang nerima aku apa adanya, mungkin kesalahan aku yang kayak gini bukan untukku sekali atau dua kalinya tapi ini berulang-ulang kali aku juga sedih aku gak tega lihat kamu yang selalu sakit karena aku, aku memang sebrengsek itu Lia, Aku adalah cowok yang udah nyakitin wanita tulus yang selalu ngasih aku kesempatan berulang-ulang kali dan kesempatan itu berakhir dikecewakan berkali-kali". Ucap Andika. 

"Maaf ya Liaa, mungkin kata maaf gak bakal nebus semua kesalahan aku". Sambungnya dengan nada bergetar, lalu dibalas anggukan kecil olehku. 

" udah ya,  gak usah minta maaf, ini semua bukan salah kamu tapi mungkin aku yang terlalu berharap buat kamu berubah, jadi kamu gak punya salah Oke?,aku juga sayang kamu Andika I love you more you love me, sebanyak apapun kesalahan kamu sejahat apapun kamu untuk aku dan Seburuk apapun dunia menilai kamu, aku bakalan selalu ada di samping kamu, aku nggak punya hati buat nyakitin kamu, aku nggak punya alasan buat ninggalin kamu, tapi aku punya alasan satu-satunya buat selalu ada untuk kamu". Ucapku, lalu menggantung perkataannya dan berpindah tempat dengan memberi jarak yang lebih dekat dengannya. " karena aku cinta kamu Andika Bintang Sandreaz, i will always love you darling, aku bakalan nemenin kamu mulai dari awal proses hingga kamu sukses berubah menjadi pribadi yang lebih baik lagi ". Sambungku, lalu memeluknya dan mengecup pipinya dengan singkat, setelah itu ia pun tersenyum hangat padaku,  melerai tangisan akhirku, dan mencubit pipiku. 

" Kamu sekarang nakal ya?, diajarin sama siapa kamu hm? ". Ucap Andika merespon tingkahku telah mengecupnya, aku pun hanya tertawa kecil mendengarnya dan setelah itu aku berlari meninggalkannya, mengambil sebungkus rokoknya yang tertera di meja, lalu Andika pun mengejarku dari Rooftop sekolah, memanggil namaku hingga ke tempat parkiran sekolah bersama dengan candaan dan tawa, dan sejak saat itulah kehidupanku kembali berwarna Karena aku telah kembali bersama Andika. 

                                       ☆

𝕬𝖓𝖉𝖎𝖐𝖆 𝕭𝖎𝖓𝖙𝖆𝖓𝖌 𝕾𝖆𝖓𝖉𝖗𝖊𝖆𝖟

𝕿𝖆𝖜𝖆𝖒𝖚 𝖇𝖊𝖌𝖎𝖙𝖚 𝖈𝖆𝖓𝖉𝖚 𝖇𝖆𝖌𝖎𝖐𝖚

𝕬𝖓𝖉𝖎𝖐𝖆 𝕭𝖎𝖓𝖙𝖆𝖓𝖌 𝕾𝖆𝖓𝖉𝖗𝖊𝖆𝖟

𝕾𝖎𝖐𝖆𝖕𝖒𝖚 𝖇𝖊𝖌𝖎𝖙𝖚 𝖑𝖚𝖈𝖚 𝖐𝖊𝖙𝖎𝖐𝖆 𝖉𝖎𝖍𝖆𝖉𝖆𝖕𝖆𝖓 𝖐𝖚

𝕬𝖓𝖉𝖎𝖐𝖆 𝕭𝖎𝖓𝖙𝖆𝖓𝖌 𝕾𝖆𝖓𝖉𝖗𝖊𝖆𝖟

𝕽𝖆𝖘𝖆 𝖎𝖓𝖎 𝖐𝖆𝖓 𝖘𝖑𝖆𝖑𝖚 𝖆𝖇𝖆𝖉𝖎 𝖚𝖓𝖙𝖚𝖐𝖒𝖚 𝖇𝖆𝖌𝖆𝖎 𝖇𝖚𝖓𝖌𝖆 𝖊𝖉𝖊𝖑𝖜𝖊𝖎𝖘 𝖞𝖆𝖓𝖌 𝖙𝖆𝖐𝖐𝖆𝖓 𝖑𝖆𝖞𝖚 𝖍𝖎𝖓𝖌𝖌𝖆 𝖚𝖏𝖚𝖓𝖌 𝖜𝖆𝖐𝖙𝖚. 

𝕬𝖓𝖉𝖎𝖐𝖆 𝕭𝖎𝖓𝖙𝖆𝖓𝖌 𝕾𝖆𝖓𝖉𝖗𝖊𝖆𝖟

𝕴 𝖜𝖎𝖑𝖑 𝖆𝖑𝖜𝖆𝖞𝖘 𝖑𝖔𝖛𝖊 𝖚. 

                                                             𝕽𝖆𝖍𝖊𝖑𝖎𝖆 𝕻𝖚𝖙𝖗𝖎.

                       

                                   𝕰𝖓𝖉.....



Minggu, 20 Oktober 2024

Rumah Ternyaman Ku

 


Karya : GEPIRA Nur Paridah IXA

haiii, namaku Gepira , aku berumur 14 tahun , aku lahir pada tanggal 6 januari 2010 , dan aku sekarang sedang duduk di bangku kelas IX. aku mempunyai kakak perempuan yang duduk di bangku kuliah , dan adik laki laki yang masih berumur 3 tahun yang pastinya sangatt menggemaskan .


  selain keluarga cemara , aku juga mempunyai rumah yang palingg nyaman , rumah itu menjadi sosok yang sangatt istimewa bagiku . kerena , disaat aku bahagia bahkan disaat aku terpuruk pun dia selalu ada dan tidak pernah meninggalkanku .


ia adalah sosok laki-laki yang memang dari dulu aku cari . selain mempunyai paras yang tampan dia juga kadang mempunyai sifat yang sangat menyebalkan . tapi di sisi lain dia sangat menyayangiku , begitupun aku yang sangat - sangat menyayangi nyaa .


  Dimasa remaja ku saat inii , aku sangat berterimakasih kepada tuhan karena telah mempertemukan ku dengan laki laki sepertinya . meski di beberapa bulan kebelakang aku dengannya sempat usai , dan di keadaan itu pun aku tidak bisa melupakannya dan bahkan aku berada di titik hancur se hancur hancurnya. saat aku berada di posisi itu , aku sempat berpikir 

" salahku dimana yaa?? "

" mengapa aku di perlakukan seperti itu , apa lagi sama orang yang sangat aku sayang , se gaa berhak itu kah aku untuk bahagia?? " 

mungkin aku melakukan kesalahan yang memang belum aku sadari sampai saat ini. dan mungkin memang takdirnya harus seperti ini , tapii aku menentang akan takdir ini , karena aku yakin dia pasti akan KEMBALI .


  Setelah berbulan bulan aku menunggunya, akhirnya dia kembali ke pelukanku , yang pastinya dengan versi yang berbeda . di posisi saat ini lah aku merasakan yang namanya di cintaii hebat oleh laki laki . 


   Kamu sempurna di mataku,dan sangat berharga di kehidupanku,,kamu harus tau Kii..ada yang lebih indah dari intonasi lagu surat untuk starla yaituu,,senyum mu..tatapan mu..suara mu..lirikan mu..dan semua tentang mu..! 


  Karena sampai kapan pun lelaki hebat itu akan selalu menjadi rumah ternyaman ku.

Sabtu, 19 Oktober 2024

*KEMANA PERGINYA SANDARANKU*

 


   Karya : Arina Al Haq IX A

 Kenalin nama aku Aira Ladzyra Azzahra, biasa dipanggil Aira,Aku berumur 15 tahun dan masih duduk di bangku kelas 9 smp.Aku adalah seorang anak perempuan pertama dari 3 bersaudara dan orang tua ku mempunyai kesibukan tersendiri yang membuat kasih sayang nya harus dibagi bagi dengan kesibukan mereka. Di umurku saat ini..aku seolah-olah di paksa untuk dewasa yang harus bisa menanggung semua permasalahan sendiri,sampai aku berpikir ingin mempunyai orang yang mengerti dengan keadaan ku dan menjadi "tempat pulangku".


1 tahun tang lalu..


    Aku punya sahabat,namanya Muhammad Zaydan Alyasa.biasa nya aku panggil dia Yasa,dia seumuran aku masih 15 tahun,dan kebetulan aku satu kelas sama dia.

    Yasa adalah orang yang baik,asik dan se-frekuensi sama aku. Persahabatan kita udah lumayan lama,sampai aku anggap yasa adalah keluarga aku sendiri karena saking deketnya dan aku juga udah sayang sama Yasa,setelah aku pikir kembali..ternyata Yasa adalah tempat pulangku..aku jadikan dia sandaran disetiap aku lelah dengan kehidupan.


Disuatu hari...


    Hari dimana aku mengetahui ada orang yang tidak menyukai persahabatan aku dengan Yasa. Dari situ aku berpikir "kenapa ya orang orang gak suka liat aku deket..apa mereka gak mau aku sama Yasa bahagia?". Pikiran dan perasaan aku mulai campur aduk,saat ituu.. Aku ingin cerita tentang ini semua ke Yasa, tapi aku takut Yasa kepikiran.. jadi aku berusaha untuk mendem masalah itu sendiri dan salahnya aku malah berpikir buat menjauhi jasa biar orang-orang nggak berisik dan nggak ngeganggu hidup aku lagi. Sebenarnya keputusan itu memang berat tapi kalau dijalani pasti akan terbiasa...


    Dan semuanya salah besar!! aku salah..!! Yasa jadi berubah semenjak aku seperti itu karena Yasa juga udah tahu masalah itu dan dari sana kita mulai asing, asing dan asing!!.. kayak orang yang nggak..! entah kenapa aku kesiksa banget buat ngejalani alur ini.. berattt banget..aku gabisa!!


    Setelah berminggu-minggu kita asing.. Yasa mengirim pesan kepadaku dan itu membuat Aku kaget dan bahagia karena akhirnya ada kabar juga. saat aku baca pesan itu, aku malah menangis seolah-olah Yasa ingin menjauh selamanya..


_Dear Aira_

   _sebelumnya makasih ya udah jadi pendengar yang baik, makasih juga udah jadi orang yang selalu ngerti perasaan aku... walau aku gak bisa ngertiin semua perasaan kamu._

   _maaf ya.. kamu jadi kebawa masalah tentang itu.. aku udah dengar masalah itu, harusnya cukup aku aja yang tahu masalah itu kamu nggak usah! walau aku gak tau perasaan kamu gimana saat itu, tapi aku bisa ngerasain gimana kalau ada di posisi kamu, pasti perasaan kamu gak enak diomongin gitu._

   _kayaknya aku gak bakal terlalu dekat lagi sama kamu.. soalnya aku gak mau kamu jadi bahan omongan-omongan orang yang nggak jelas. awas ya..! kamu jangan murung terus di kelasnya.. kamu kembalikan Aira yang ceria seperti biasanya._

_hmm aku mau nanya,,sebenernya kamu ke aku gimana sih..?jawab ya ra hehe_


    selesai baca surat itu aku menangis diperlukan teman aku karena aku pikir persahabatan kita selesai sampai sini aja.. pikiranku ke mana-mana,aku stres,aku merasa kehilangan dan aku tidak pernah ada kata semangat lagi di keseharian aku.


    singkat cerita.. libur panjang pun datang. Aku memberanikan diri untuk mengirim pesan ke Yasa,,ya.. walaupun gengsi aku setinggi gunung Everest, tapi aku pengen cepet-cepet masalah ini selesai 

   setelah beberapa menit membahas masalah, suasananya mulai membaik 


    kayaknya alur permasalahan kita selesai.. Dan kita pun baikan ya walau masih saling canggung. di waktu yang bersama, Aku mengingat pesan yang di tanyakan Yasa saat itu,akhirnya aku tanyakan itu ke Yasa.

"Yas maksudnya aku ke kamu gimana itu apa sih".bertanya dengan penasaran.

"pikirin aja sendiri,gak peka banget".Yasa menjawab.

"kamu tuh kaya yang gak tau aku aja,aku kan orang nya telat mikir ..tinggal sebutin aja,apa susah nya sih!" Aira makin penasaran ingin tau.

"hmm..yaudah deh..sebenernya aku ini suka sama kamu dari awal kita kenal,emang gak nyadar apa!?sikap aku beda sama kamu!! Yasa menjawab.

"emang iya..?itu udah lama tapi kamu baru bilang sekarang!kenapa gak dari dulu?" Aira dengan wajah kaget

"ya gamau lah gengsi! lagian kan waktu itu kamu lagi punya pacar" Jawab Yasa.

"iih kenapa jujur nya baru sekarang,ya sebenernya aku juga suka deh kayanya sama kamu,tapi aku milih diem aja soalnya kamu kan lagi deket sama adek kelas ituu" Jawab Aira

"kamu juga..!kenapa ngomong nya baru sekarang,kenapa gak dari dulu aja,mungkin aku gak bakal nolak kamu bilang dulu" Yasa jawab sambil gereget

"ya masa aku yang bilang duluan ..kan yang harusnya ngomong gitu itukan kamu...kalo soal pacar akuu,,ya kayanya itu cuma buat ngilangin suka aku ke-kamu,ya walau akhirnya aku juga malah suka beneran sama pacar aku"Aira menjelaskan.


perbincangan itupun selesai..

  Mungkin dari waktu itu..kita kembali deket,ya walau kalo ketemu kita masih malu-malu canggung tapi gapapa yang penting aku sama Yasa deket lagi..


    Seiring waktu berjalan..kita deket dengan melibatkan perasaan.Kita saling menganggap,saling sayang,dan mungkin kita juga saling suka,,walaupun gak ada suatu kepastian tapi kita anggap ini sebuah hubungan.

    Sekitar 6 bulan kurang lebih kita deket..Kita malah renggang lagi ..! banyak masalah yang datang,,dan semua ke-salah pahaman menjadi problem di hubungan kita,dan akhirnya kita kembali asing,canggung,gak saling tanya dan gaada lagi komunikasi. Kita gak saling tanya hampir 2 mingguan lebih, dan disitu aku menurunkan gengsi ku yang setinggi gunung Everest itu buat ngechat duluan.

"yas..maafin aku ya..aku banyak salah sama kamu,maaf aku suka bikin kamu cape,rising,dan juga keganggu,hm..sekarang hubungan kita gimana? keputusan ada di kamu yas..!"

Chat terkirim..setelah beberapa menit menunggu akhirnya Yasa membalas nya.

"iya ra..gapapa,aku yang salah ra,,aku suka salah paham terus sama kamu,maaf ya..kayanya kita udah dulu aja, kalo kita ditakdirkan mungkin kita bakal dipertemukan lagi..makasi ya buat waktunya selama ini..maaf ya ra...maaff" Balasan dari Yasa.

  Setelah membaca itu aku kaget,,Yasa dengan ringan nya bilang makasi waktunya selama ini ,,Yas..!3 tahun bukan waktu yang sebentar!!,,

  Setelah kejadian ituu aku mulai hilang semangat,tapi setelah aku menjalani kesendirian ini,,aku mulai terbiasa dan mulai bersahabat dengan keadaan.

   

   Dua hari setelah kejadian...


   Akhirnya aku biasa buat gak ganggu kamu lagi,tapi aku gak bisa buat secepat itu aku ngelupain semua memory tentang kamu,ternyata masa kita bersama udah habis ya..dan sekarang tempat pulang ku kemana??,,sandaran ku kemana??sedangkan orang tua aku gak bakal ngerti sama perasaan aku,mereka malah sibuk dengan urusan-urusan mereka..Aku harus kuatt karena aku harus bisa sendirii,,aku bisa jalani alur ku yang sekarang..!aku bukan orang lemah.!!aku harus bisa.

    Sepertinya dari titik ini aku gak akan lagi berharap besar buat Yasa balik lagi,tapi kalo Yasa mau balik lagi ke aku,,aku bakal nerima kamu lagi tanpa berberat hati..tapi jika Yasa tidak akan kembali lagi tolong ubah perasaan ini jadi ikhlas seikhlas ikhlas nya,,dan hilangkan semua memory tentang dia..aku sudah cukup sakit,,terimakasih atas trauma yang kamu berikan..dan terimakasih juga kamu udah ngasih aku kesempatan buat mencintai dan menyayangimu..sebelumnya maaf jika kamu gak bahagia pas lagi sama aku,,aku banyak kurang nya,,aku gak se-sempurna perempuan yang kamu suka di luar sana..hufftt sampe sini aja ya perjuangan aku ke kamu??..sekali lagi makasih yas..!

_i will always love you because you are the one makes my love run out on you!!._

*_Bangku Sisi Jendela_*

 



karya:Vitrya Oktaviyani

Tampak sosok lelaki bertubuh agak gelap duduk menghadap ke arah jendela. Sesekali mengaduk sendok pada jusnya. Sesekali pun mengecek handphone untuk menantikan kabar. Posisi yang benar-benar menunggu.

“Ale...!!”

Terdengar suara perempuan dari arah pintu masuk cafe. Yang dipanggil pun menengok dan melambaikan tangan dengan girang. Sang perempuan, Mala namanya, segera menuju Ale. Aroma lavender tercium oleh Ale dari tubuh Mala. Perempuan cantik nan anggun itu entah mengapa telah menjatuhkan hati kepada Ale—lelaki kosan sederhana.



Menjadi mahasiswa baru di ibukota, membuat mereka saling jatuh cinta. Pertemuan pertama mereka adalah gerbang menuju kehidupan Ale dan Mala yang baru. Dan aku, selalu sendiri melihat mereka di pojok dunia yang tak tampak. Memandang dengan iba apa yang telah terjadi pada Ale selepas kecelakaan itu.


“Mal, ada yang mau aku omongin,” Ale bersua menatap Mala yang masih memesan makanan.


“Hmm,” Mala bergumam lalu menutup buku pesanan dan menatap Ale. “Kamu nggak bakal ngomongin putus kan?”


Ale menatap lekat pancaran nanar mata Mala. Pikiran negatifnya justru hal tersebut akan terjadi, meski Ale pun tak mau itu terjadi. Sesungguhnya ia hanya ingin menyampaikan kebenaran, walau justru hal itu sangatlah menyakitkan.


“Aku tak bisa melupakan Jinan. Ia amat melekat di aku, di hatiku. Apakah lebih baik...”


“Stop! Aku tahu maksud kamu apa. Jinan sudah tenang dan itu bukan salah kamu, bukan, Le.”


Aku tersenyum mendengar ucapan Mala. Benar, kecelakaan yang kami alami berdua bukanlah salahnya, bukan salah siapa-siapa. Tapi, Ale selalu berpikir itu salahnya dan ia tak bisa melupakanku, walaupun ia sudah berusaha mencobanya dengan Mala.


“Mala, terima kasih sudah membantuku sejauh ini. Kamu yang tahu rasa sakitku seperti apa. Tetapi, aku yang tahu sendiri batas kesanggupanku seperti apa. Dan aku nggak mau berbagi rasa sakit itu denganmu. Aku nggak mau nyakitin kamu. Jadi, hargai keputusanku untuk tak pernah bisa melupakan Jinan.”


Satu per satu air mata Mala terjatuh. Sementara Ale bangkit berdiri, menepuk pundak Mala lembut, dan pergi meninggalkannya. Entah aku harus sedih atau senang Ale tak bisa melupakanku. Tetapi, sementara ada air mata wanita lain yang ditinggal Ale pergi. Di ujung dunia, aku berharap Ale menemukan kebahagiaanku, walau tanpaku.

"AKU DAN KAMU"



Karya : Rista Amel IXA

perkenalkan nama aku Rista ameliani aku bisa dipanggil dengan Amey, aku berumur 14 tahun, pada suatu hari awal aku bertemu denganmu, aku langsung menyukaimu dan selalu mencari tahu tentang dirimu..... orang yang aku sukai bisa disebut dengan fael.....,fael orng nya baik, dan beberapa hari kemudian aku dan fael bertemu dengan tidak sengaja dia bertanya padaku,"kamu sedang apa disini"jawab melinda:,"tidak sedang apa-apa"jantung ku berdebar saat dia bertanya kepadaku,dan pada hari itu aku melihat sorot matamu yang menyakinkan ku,dan pada akhirnya aku dan fael mengenal satu sama lain saling tau akan kekurangan dan kelebihan kita masing-masing,tetapi seiring berjalannya waktu dan sudah berjalan waktu selama 6 bulan kita menjadi  renggang,dan waktu itu aku bertanya kepadamu,"fael kenapa kamu berubah seolah kamu ingin menjauhku tanpa sebab"jawab fael:enggak Melinda aku tidak seperti yang kamu pikirkan"Melinda:halah sepertinya kamu berbohong fael:tidak babyy dan berjalan nya wakta melinda merasa tidak nyaman sama semua Sikap fael kepada melinda ...Dan akhirnya melinda tahu apa yang

disembunyikan oleh fael, tetapi melinda tidah memberi tau bahawa  melinda sakit hati atas apa yang fael perbuat, dan berjalan nya waktu melinda menyadarı, "gah seharusnya dia mengemis hanya untuk dicintai" akhirnya melinda menghindar dari fael, akan tetapi fael tidak

menyadari akan melinda,melinda pun menyerah tentang hubungan nya dan pada akhirnya Melinda memutuskan untuk tidak bersama fael ,pada akhirnya Melinda terpuruk karena tidak bersama fael lebih sakit dan melinda terpuruk melinda merasa sangat sedih,dan fael harus tau itu,"Dan ternyata fael merasakan apa yang melinda rasakan,dan aku bertanya pada diriku sendiri,"ya Alloh apakah ini balasanmu untuk fael"tetapi rasa benci ku kalah dengan rasa sayng Melinda kepada fael,akan tetapi kita menjadi orang yang tidak saling mengenal seperti sejak awal kita bertemu....tapii pada suatu hari mamah melindapun menanyakan tentang faell,Melinda yang begitu kebingungan harus menjawab apaa.....dan pada akhirnya Melindaaa memberanikan diri untuk berkomunikasi kembali berasama faell,dan akhirnya pada hari itu Melinda dan fael kembali bersama dan memiliki hubungan yang baik akan tetapi bejalan nya waktu melinda dan fael mulai kembali bertengkar dan akhir memustus kan untuk tidak berhubungan bersama fael,Melinda berbicara kepada dirinya sendiri"yaa alloh maafkan aku yang telah memaksakan kehendakmuu"dan seiring berjalannya waktu melinda mulai terbiasa akan kehilangan faell,Melinda menyadari bahwa cinta itu tidak bisa dipaksakan,dihari Melinda terpuruk ada seseorang yang datang padanya akhirnya seseorang yang amat begitu baik dari hari itu Melinda sadar akan dirinya ternyata masih ada orang yang bisa ngertiin melinda,melinda sudah mulai Deket dengan cowo yang bisa d sebut dengan key,Melinda sangat bahagia bersama key,key adalah seseorang yang bisa ngertiin melinda disaat Melinda merasa dirinya tidak pantas untuk bahagia,cowo tersebut berkata kepada Melinda"Melinda aku akan selalu ada untukmu"jawab melinda: apakah benar key?

key:iya aku janji

Melinda dengan senangnya dengar kata kata ituu...

dan berjalan nya waktu fael mulai datang kembali kepada Melinda dia bertanya pada melinda,"Melinda apakah kmu sudah lupa akan diriku?"jawab melinda:maaf fael aku sudah tidak ingin mengingatmu lagi"

fael:kenapa bukanya kamu sayang kepadaku?

Melinda:maaf fael aku sudah terlalu sakit akan sikapmu kepada ku

fael:aku minta maaf Melinda aku berjanji tidak akan seperti itu lagi

Melinda:fael inget ga pas waktu kamu nyakitin aku?betapa kejam nya kamu kepadaku apakah kamu melupakan itu semua?,aku dulu memang sebodoh itu fael aku ngemis ke kamuu hanya untuk takut kehilanganmu tapi aku sekarang tidak lagi seperti itu aku sudah mempunyai key faell

fael:maafin aku Melinda aku berjanji tidak akan pernah mengulang itu lagi,beri aku kesempatan mell plss

Melinda:maaf fael aku ga bisa

fael:aku menyesal karena telah menyia-nyiakan orang seperti mu maaf kan aku

Melinda:tidak apa-apa fael aku sudah ikhlas sama semua itu,kita mulai hidup masing-masing yaa,jangan pernah ngulangin hal yang dulu fael lakuin ke Melinda ya

fael:iyaa🥺

Melinda: berbahagia lah faell aku yakin kamu pasti menemukan orang yang lebih baik dari aku

fael:emmm

Melinda:oke aku pamit

fael:emm oke


"penyesalan memang selalu datang belakangan, janganlah menjadi orang yang egois tentang kepentingan dirimu sendiri,tpi cobalah ngertiin perasaan pasanganmu yang hanya meminta waktu mu"

*Teman Kecil Menjadi Pendamping Hidup*


 

Karya : Hesti Sri IXB 

Pada suatu hari ada anak kecil yang bernama Narra, dia berteman dengan anak laki-laki yang bernama Arkan,umur mereka berbeda 3 tahun, menara berumur 6 tahun dan akan berumur 9 tahun. Mereka selalu bersama-sama kemanapun dan dimanapun. 

     

      Keesokan paginya, ada acara Wisuda Iqro' antar Madrasah, Arkan menjemput Narra ke rumahnya untuk pergi bersama-sama. Nggak lama kemudian, Arkan sampai di rumah Narra dan memanggil Nara dengan kencang. 

"Narraaa,ayooo!!"ucap Arkan.

"Iya bentar,aku masih bersiap-siap."jawab Narra.

"Aku tunggu ya di luar rumah kamu."Ucap Arkan.

    

    Ketika Narra sudah selesai bersiap-siap,, Narra pun mengajak Arkan untuk pergi dari rumah Narra dan pergi menuju Madrasah. Mereka berdua sudah sampai di Madrasah dan segera menaiki mobil, Karena perjalanan menuju ke tempat acara Wisuda Iqro' itu cukup jauh.


    Beberapa menit kemudian, kami serombongan Madrasah Al-Hikmah telah sampai di tempat acara tersebut, akan bersama Narra pergi ke tempat duduk yang telah disediakan oleh panitia. Mereka pun duduk,tetapi Narra duduknya di bagian yang panas dan akan duduknya di bagian yang teduh. Arkan mengusulkan diri kepada Narra untuk bergantian tempat duduk, Narra pun mengganggu sambil senyum-senyum sendiri dan berbicara di dalam hati( "Perhatian banget sih si Arkan" ), kemudian arahkan bertanya kepada Narra.

"Kenapa kamu senyum-senyum sendiri?"tanya Arkan.

"Nggak kenapa-napa kok,hehehe"jawab Narra.

"Hmmm,iya deh terserah kamu."ucap Arkan sambil memutar bola matanya malas.


Next...

7 Tahun kemudian.

Narra dimasukkan ke ke Pondok Pesantren Darul Ulum oleh ibunya, sebenarnya Narra sangat sedih karena harus meninggalkan keluarga-keluarganya, kampung halamannya, dan teman-temannya termasuk Arkan. 


4 Bulan kemudian.

Pimpinan Pondok Pesantren meliburkan pembelajaran selama 2 Minggu dan dibolehkan pulang, para Santri-Santriyah pun ada yang pulang, ada juga yang di asrama. Saat penjemputan Santri-Santriyah, Narra dijemput oleh ayahnya, dan yang lain ada yang dijemput kakaknya,pamannya, dan sebagainya. Nara begitu semangat karena sudah merindukan suasana-suasana rumah.

Singkat waktu.

    Sesampainya Nara di di halaman rumah langsung disambut oleh keluarganya, narapon masuk ke dalam rumah dan langsung menceritakan kebiasaan-kebiasaan di Pesantren. Setelah menceritakan kebiasaan di Pesantren, Narra menanyakan kabar Arkan kepada ibunya. 

"Ibuu"ucap Narra.

"Iya,gimana nak?"jawab ibunya.

"Arkan dilanjutkan di mana Bu?"tanya Narra.

"Kalau nggak salah di SMK Banjar, katanya lumayan dekat dengan Pesantren kamu."jawab Ibunya.

"Emm"kalau soal itu Ibu kurang tahu nak! Coba tanyain langsung aja sama Arkan."jawab Ibunya.

"Oh iya-ya, coba nanti di chat sama Narra, eh tapi Narra kan nggak punya nomornya Bu?!"ucap Narra sambil merengek😓

"Nanti ibu mau minta nomor Arkan ke mamanya ya"jawab Ibunya sambil menggusap pundak Narra.


     Narra pun mengangguk sambil tersenyum, Narra menunggu jawaban pesan mamanya Arkan ke Ibunya Narra. 10 menit kemudian, Mamanya Arkan menjawab pesan dari ibunya Narra dan langsung mengirimkan nomor Arkan. Ibunya Narra langsung membagikan nomor Arkan dari Mamanya Arkan. Narra pun langsung mengechat Arkan.

"Haii"ucap Narra.

2 menit kemudian Arkan membalasnya,"iya,siapa ini?"

"Ini Narra,teman kecil kamu."

Oh iya Narra.Hallo,btw sekarang kamu dilanjutkan dimana?"tanya Arkan.

"Dilanjutin di Pesantren Darul Ulum."jawab Narra.

"Dekat dong sama aku,soalnya sekolah aku masih ada di komplek sana."

"Iya aku tahu dari Ibu kok hehe. Eh gimana kabar kamu sekarang?"tanya Narra.

"Alhamdulillah baik,kalau kamu?"

"Baik kok,kangen kamu iiiiiii,kapan bisa ketemu?"

"Emmm Minggu yuk, soalnya aku mau bilang sesuatu pada kamu wkwkwk!!"jawab Arkan.

"Mau bilang apa? Bikin penasaran aja!"

"Ada deh hahaha."jawab Arkan sambil tertawa.


  Hari Minggu pun telah tiba,mereka pun bertemu di rumah Narra. Sesampainya Arkan di rumah Narra, Arkan berbicara-bicara dulu sama ibunya Narra. Singkat waktu, Arkan mengajak Narra untuk berbicara di luar dan Arkan pun langsung ungkapkan rasa cintanya kepada Narra.

"Nara,aku mau bilang,kalau aku suka sama kamu dari kecil, nggak apa-apa kalau kamu nggak suka balik sama aku yang penting aku udah merasa lega dengan ungkapan rasa ini."kata -kata dari Arkan.

Narra pun mulai tersenyum dan menjawabnya"iyaa, aku juga suka sama kamu dari kecil, aku mulai suka sama kamu saat mengusulkan untuk bergantian duduk di acara Wisuda Iqro' itu, dari itu aku mulai ada perasaan."

"Wahhh,,jadi kita dari dulu udah sama-sama suka dong! Tapi kan pas waktu kecil belum kenal apa namanya cinta haha,tau nya cuman suka doang."jawab Arkan.

"Iya hahaha."


8 Tahun kemudian,Arkan melamarnya saat Narra berumur 20 tahun,dan Arkan berumur 23 tahun.Selama 1 tahun ke depan,Narra melanjutkan ber kuliah dan Arkan memutuskan untuk bekerja.

1 tahun kemudian,mereka berdua pun menikah.

Ternyata benar yaa,bisa jadi teman adalah jodoh kita yang telah ditentukan di Lauhul Mahfudz.

Jumat, 18 Oktober 2024

KAKAKKU PELINDUNGKU

 


Karya Fazriyani A IX B

 "Ayahhhh!" teriak seorang anak kecil yang memanggil ayahnya, dia Navira Shaqueena Zahra anak ke tiga dari tiga bersaudara yang berusia 7 tahun.

 " Iya ada apa nak " tanya ayahnya yang bernama Reka.

"Ayah sama bunda mau kemana?" tanya Vira .

"Ayah sama bunda mau ke mall, mau belanja bulanan" jawab ayah.

"Vira boleh ikut gak?"tanya Vira dengan polos.

 "Yaudah boleh, sekalian ajak kakak- kakak kamu" ucap ayah.

 "Siap!" Ucap Vira yang langsung berlari menuju kamar kedua kakak nya yang ada di lantai atas.

 "KAK REZA!,KAK RAFFA!!"teriak Vira sambil membuka pintu kamar dengan keras.

 "Apa sih dek teriak- teriak gitu " kesal Reza, ya Reza adalah anak pertama dari tiga bersaudara, sedangkan Raffa adalah anak kedua.

 "Mau ikut gak sama ayah bunda?" 

 "Emang kemana?"  tanya Reza .

 "Iya emang mau kemana sih?" Timpal Raffa.

 "Ke mall mau belanja bulanan " jawab Vira dengan semangat.

 "Yaudah ayo kita ke bawah kasian ayah sama bunda udah nunggu" ucap Reza .

 "Yeayyyyy" teriak Vira sambil meloncat - loncat.

  Lalu mereka bertiga turun ke lantai bawah menghampiri Reka dan Fara.

 "Ayah bunda" sapa Raffa .

 "Loh kalian kok kesini?" Tanya Fara kebingungan.

 " Mereka mau ikut ke mall " jawab ayah.

 "Oh yaudah ayo keburu sore" ucap bunda 

 "Ayoooo!" Ucap Vira semangat.

 Saat keluarga Vira keluar dari rumah ada sepasang mata yang memperhatikan mereka.

• Di dalam perjalanan menuju mall

 "Ayah nanti Vira mau beli kalung couple boleh gak?" Tanya Vira pada sang ayah.

 "Boleh, emang mau kalung couple kaya apa?"tanya ayah balik.

 "Gak tau kan belum liat liat" ucap Vira.

 20 menit kemudian mereka sampai di mall.

 "Yaudah turun yuk udah sampai " ajak Fara 

  Setelah turun dari mobil mereka pun segera masuk ke dalam mall.

 "Bunda yang ini bagus nggak kalungnya?" Tanya Vira .

 " Bagus" jawab bunda.

 " Ih! Dek gak boleh yang itu , nih yang ini aja" tunjuk Reza pada sebuah kalung lingkaran yang terbagi tiga.

 "Iya Nih yang ini aja dek" ucap Raffa .

 " Terserah kalian aja deh ,bunda ikut aja".ucap bunda.

 "Yaudah yang itu aja Bun " putus Vira .

  Setelah itu mereka pergi ke kasir untuk membayar belanjaan yang mereka masukan ke dalam troli.

 "Bunda Raffa laper nih" ucap Raffa pada sang bunda.

 " Yaudah kita makan di kafe depan ya" ucap bunda.

 Setelah itu mereka masuk ke dalam mobil dan pergi ke kafe untuk makan .

  Saat di tengah perjalanan Reka merasa ada yang aneh dengan mobilnya .

 " Bun ini kenapa remnya!!" Panik ayah.

 "Yah jangan nakut nakutin dong " ucap Fara panik.

 " AYAHH! AWASS ADA TRUK DI DEPAN!!!!" teriak Raffa.

"AKHHHHHHHHHH!!!" Pekik semua orang yang ada di dalam mobil.

 "BRAAKKKKK!" kecelakaan tidak dapat dihindari, mobil yang di tumpangi Navira terpental 8 meter dari tempat kejadian. Sedangkan Navira terpental keluar dari mobilnya.

 • suara sirine polisi dan ambulance terdangar sangat kencang , orang orang mulai berkerumun.

 " t-tolong !" ucap Reza sebelum kehilangan kesadarannya.

 "Buang anak perempuan itu ke jurang!" Suruh seseorang yang memakai pakaian serba hitam.

 Navira diseret ke jurang yang tak jauh dari lokasi kecelakaan hingga tak terlihat  orang sekitarnya  .

  •Di Rumah sakit 

"Permisi dok" ucap Rania.

"Ya apa ada yang bisa kami bantu?" Tanya seorang dokter wanita yang tak sengaja sedang lewat.

 "Apa benar di rumah sakit ini ada pasien kecelakaan tadi sore pukul 16.03?" Tanya Rania.

 "Oh kecelakaan mobil pukul 16.03, ada saat ini pasien sedeng dipindahkan ke ruang rawat" jawab dokter wanita tersebut.

 "Kalau saya boleh tau dimana ruangannya dok?" Tanya Rania .

 " Maaf mba ini siapa nya pasien?" Tanya balik dokter wanita tersebut.

 " Saya keluarga pasien yang bernama Fara" jawab Rania.

 "Baik, ruangannya nomor 108 " ucap dokter tersebut.

 " Terimakasih dok" 

" Ya sama sama, kalau begitu saya permisi dulu" pamit dokter tersebut.

 " Silakan dok" 

 Setelah itu Rania pergi ke ruangan yang telah diberitahu oleh dokter wanita tadi.

"Ceklek!" Rania membuka pintu kamar sahabatnya itu.

 "Fara, kok kamu bisa gini sih?" Tanya Rania pada Fara yang masih belum sadar.

 Tak lama dari itu Fara pun sadar.

 " Rania" panggil Fara.

 " Alhamdulillah kamu udah sadar far" ucap Rania merasa lega.

 " Ran, anak anak aku?" tanya Fara sambil menangis.

 " Mereka baik baik aja, kamu tenang ya" ucap Rania menenangkan.

 "Tap-" 

 "Shtt udah tidur aja, aku mau panggil dokter dulu".

Setelah itu Rania pergi keluar untuk menanyakan keadaan anak anak Fara .

 " Dok pasien yang bernama Navira Shaqueena Zahra dirawat dimana ya?" Tanya Rania pada seorang dokter.

 " Navira Shaqueena Zahra? , Maaf kami tidak mempunyai pasien yang bernama Navira Shaqueena Zahra " ucap dokter tersebut.

"DEGH!"

 " Gak mungkin dok! , Pasien yang bernama Navira Shaqueena Zahra pasti dirawat disini kan?"  Tanya Rania dengan air mata yang sudah membasahi pipinya.

 "Maaf mba , kami tidak mempunyai pasien yang bernama Navira Shaqueena Zahra, tadi kami hanya menerima 3 pasien laki laki dan 1 pasien perempuan, permisi" ucap dokter tersebut. 

 " Gak mungkin" ucap Rania tak percaya.

 Setelah itu Rania kembali ke ruangan Fara . 

 " Gimana keadaan Reza?" Tanya Fara .

 " Reza baik , Raffa juga baik tapi..."

 "Tapi apa ran?"

 "Hufthh, tapi Navira dia gak dirawat di rumah sakit ini, tim SAR pun tidak menemukan Vira saat kecelakaan, kemungkinan besar Navira meninggal far" jelas Rania.

 "GAK,GAK MUNGKIN RAN, INI PASTI SALAH KAN? , JAWAB RAN!!"  Bentak Fara .

 " Aku gak bohong far" ucap Rania seadanya.

"Gak mungkinn ...

..." Fara tertunduk lesu, ia menagis sejadi jadinya karena kehilangan anak perempuan satu satunya.